/ muscat

Satu Langkah Lagi

Satu langkah lagi menuju kebahagiaan sejati

Perjalanan hari ini dari satu tempat ke tempat yang lain mengingatkan aku pada sebuah perjalanan panjang yang kelak akan kita lalui. Perjalanan yang bukan saja menentukan sampai atau tidaknya bahkan kelak selamat atau tidaknya kita dalam perjalanan itu.

Perjalanan akherat adalah perjalanan panjang yang dimulai dari wafatnya seorang manusia yang kemudian jasadnya harus terkubur menyatu dengan tanah. Ketika seluruh keluarga dan kawan-kawannya meninggalkannya saat itu menjadi sebuah momen penting kesuksesan selanjutnya. Tiga pertanyaan akan disampaikan, “Man Robbuka, Man Nabiyuka wa ma Dinuka”. Siapakah Tuhanmu?, siapakah Nabimu ?, dan apa agamamu?. Dalam hadits disebutkan pula malaikat menunjukkan sosok Nabi Muhammad kemudian bertanya kepada si mayit, “Apakah engkau mengenalnya?”. Tiga pertanyaan penting ini tidaklah dapat dijawab kecuali dengan amalan kita. Maka pertanyaan bagi kita selanjutnya ialah sudahkah kita mempersiapkan jawaban-jawaban itu?. Sungguh merugi kiranya kita menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Mari kita bersama-sama berusaha kembali ke jalan yang sudah dipastikan kejelasannya dan tanpa ada keraguan di dalamnya. Mari jadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman hidup kita agar kelak kita dapat menjawab seluruh pertanyaan yang dan diluaskannya kuburan kita dan dibukakan pintu surga hingga menunggu kiamat datang.

Imam Al Hasan (Al Bashri) mengatakan,

إنما أنت أيام مجموعة ، كلما مضي يوم مضي بعضك .

“Sungguh, engkau bagaikan sekumpulan hari. Apabila satu hari berlalu darimu, maka berlalu pula sebagian (umur)mu.”

Sejenak renungkan kembali apa yang telah kita lakukan selama ini. Yang merasa belum beramal kebaikan mari kita mulai dari diri kita sendiri dan bagi yang sudah memulai mari kita perbanyak dan tak pantas kiranya kita merasa sudah banyak beramal sementara para sahabat Nabi yang lebih mulia saja banyak melakukan amal tapi merasa khawatir luar biasa amalannya tidak diterima oleh Alloh.

tumblr_inline_nl3awzWVVs1rram8g

Perjalananmu kita di dunia seperti perjalanan seorang musafir. Setiap musafir haruslah memiliki bekal yang cukup.

Sebagaimana diketahui bahwa seorang musafir tidak akan berlama-lama berada di sebuah tempat. Cukuplah dia mengambil apa yang dibutuhkan karena dia mengetahui kampung tujuan itu lebih utama dan merupakan tempat kembali yang terakhir.

Semoga Alloh menerima semua usaha dan amal ibadah kita semua

  • di kota dengan artistik yang sangat indah

Andrey Ferriyan
Muscat, 3 Maret 2015