/ dakwah

Kebutuhan akan Dakwah dan Murabbi

Urgensi dakwah dan murabbi di setiap lini.

Suatu ketika aku melihat sebuah berita yang memperlihatkan ibu-ibu yang muslim dan para remaja putri begitu sangat bahagia ketika melihat salah seorang idolanya hadir dan menemuinya. Idola itu begitu ganteng dan gagah (katanya). Merekapun kemudian berfoto-foto dengan idolanya. Ada juga yang terlihat dari raut wajahnya begitu sumringah seolah-olah dahaga yang kemudian terobati dengan hadirnya sang idola. Tahukah kita siapa orang itu ?. Dia adalah para pemain televisi mahabrata.. ya mahabrata. Tahukah kita tontonan apa itu ?. Sungguh tontonan yang sangat-sangat mengerikan dan merupakan salah satu pendangkalan akidah.

Di lain kesempatan suatu ketika ada yang menyampaikan di salah satu sosial media dengan begitu bangganya bahwa anaknya begitu hafal nama-nama pemain yang ada di sebuah film. Ya film yang tidak jauh berbeda dengan film sebelumnya yakni krisna. Belum lagi tayangan-tayangan lainnya yang sangat-sangat jauh dari manfaat. Mari kita ingat kembali sabda Rosulullah Shalallohu Alaihi wa Salam dari Anas ibn Malik:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَا أَعْدَدْتَ لِلسَّاعَةِ قَالَ حُبَّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ قَالَ فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بَعْدَ الْإِسْلَامِ فَرَحًا أَشَدَّ مِنْ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِأَعْمَالِهِمْ

“Dari Anas bin Malik dia berkata; "Pada suatu hari seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya; 'Ya RasululIah, kapankah kiamat itu akan datang? ’ Mendengar pertanyaan laki-laki itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam balik bertanya: 'Apa yang telah kamu siapkan untuk menghadapi kiamat? ’ Laki-laki itu menjawab; 'Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya kamu akan bersama orang yang kamu cintai.’ Anas berkata; 'Tidak ada yang lebih menyenangkan hati kami setelah masuk Islam selain sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang berbunyi: 'Sesungguhnya kamu akan bersama orang yang kamu cintai.’ Anas berkata; 'Karena saya mencintai Allah, Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar, maka saya berharap kelak akan bersama mereka meskipun saya tidak dapat beramal seperti mereka." (HR. Muslim no 4777)

Maka perhatikanlah wahai saudaraku sabda dari Rosululloh Shalallohu Alaihi wa Salam :

فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Sesungguhnya kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai”

Apakah kita mau dibangkitkan dalam keadaan bersama-sama dengan orang-orang yang menyekutukan Alloh dan berbuat syirik ?. Tahukah kita orang-orang musyrik itu jika dia mati dalam keadaan tidak beriman kepada Alloh maka akan kekal dalam neraka ?. Naudzubillah. Sungguh musibah yang sangat besar dan sungguh kecelakaan yang besar jika idola yang kita bangga-banggakan adalah mereka yang tidak memiliki ketaatan sedikitpun kepada Rabbnya.

Sejenak termenung dan teringat kembali sebuah kisah seorang aktivis dakwah yang pernah membantu korban gunung kelud. Suatu ketika dia pernah sampai di sebuah rumah yang mana rumah itu merupakan rumah salah seorang korban letusan gunung kelud. Dari rumah sebenarnya sangat tampak ciri-ciri bahwa rumah itu penghuninya adalah muslim. Maka ketika aktivis dakwah itu mengucapkan salam dan mengetuk pintu kemudian dijawab, “Maaf saya sudah tidak Islam lagi…” kira-kira itu jawaban yang diterima. Ketika kata-kata itu terucap dihadapanmu apa yang akan kau lakukan ?.

Cukuplah kiranya tiga fenomena tersebut menjadi pelajaran bagi kita walaupun sebenarnya masih banyak kasus yang begitu kompleks yang terjadi pada umat ini. Sebuah fenomena yang sangat mengerikan dengan kondisi yang sangat kritis. Umat sedang sakit. Sadarkah kita wahai saudara-saudaraku ?. Siapapun anda yang membaca baik aktivis ataupun mereka yang sudah merasa nyaman dan tenang karena telah memperoleh hidayah dari Alloh. Sungguh umat membutuhkan kita. Sungguh miris dan sedih rasanya. Dapatkah engkau merasakannya juga wahai saudara-saudaraku ?. Tidakkah kita menginginkan kebahagiaan yang kita peroleh ini dapat kita bagi bersama-sama dengan saudara-saudara kita yang lainnya ?.

Kembali teringat sebuah ungkapan dari salah seorang guru. Beliau pernah menyampaikan dari seorang ulama bahwa zaman ini adalah zaman dimana kemaksiatan dan para penyerunya lebih banyak daripada kebaikan sehingga hukum dakwah tidaklah menjadi fardhu kifayah atau sunnah akan tetapi sudah menjadi fardhu ain dan menjadi kewajiban bagi siapa saja yang telah memiliki kemampuan. Sungguh dakwah kali ini menjadi sesuatu yang sangat-sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan murabbi, muadib menjadi mutlak sangat diperlukan. Bukan sekedar ustadz karena seorang ustadz belum tentu dapat menjadi seorang murabbi.

Saudaraku, untuk sekedar mengajak umat menjauhi kemaksiatan tidak membutuhkan dalil yang banyak pun untuk sekedar mengajak orang berbuat baik juga demikian. Aku mengatakan dakwah tidak perlu tanpa ilmu sama sekali tidak demikian namun aku menunjuk kepada kita… ya kita yang telah terbiasa duduk di majelis ilmu. Berapa dalil lagi yang dibutuhkan agar kita menumbuhkan semangat kepedulian kepada umat ?. Berapa materi lagi yang dibutuhkan agar kita bisa segera terjun dan menjawab panggilan itu ?. Jawablah pada diri kita masing-masing.

  • di hari guru, semoga guru-guru yang telah mengajariku ilmu dan adab mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Alloh

Andrey Ferriyan
Denpasar, 3 Safar 1436 - 25 November 2014