/ madinah

Indahnya Kotamu (2)

Mekah dan Madinah adalah negeri yang diberkahi dan dilindungi.

Ini merupakan hari terakhirku di kota Madinah. Keindahan yang tidak saja berbekas di hati namun semoga berbuah pula di keimanan dan ketakwaan. Madinah memiliki kisah tersendiri yang aku yakin tidak sama dengan kisah-kisahku lainnya ketika mengunjungi berbagai negeri. Telah lengkap dan jelas tentang keutamaan kota ini sebagaimana yang pernah tertuang dalam hadits-hadits Rosululloh Shalallohu alaihi wa Salam. Maka ijinkanlah aku menyampaikan kisah-kisah indah yang kudapatkan dalam kesempatan yang singkat ini.

1. Bertemu dan berkumpul bersama dengan para thulab jami’ah
Teringat sebuah hadits yang berkenaan tujuh golongan yang mendapatkan naungan dimana tidak akan ada naungan kecuali dari Alloh. Hadits dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu dalam Bukhari dan Muslim salah satunya menyebutkan

ورجلان تحابَّا في الله, اجتمعا عليه وتفرقا عليه

“Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah” (HR. Bukhari-Muslim).

tumblr_inline_nl3b8az1KU1rram8g

Teringat pula perkataan Ibnul Munkadir bahwa tidak tersisa kenikmatan di dunia ini kecuali dalam tiga hal yakni salat malam, bertemu dengan saudara seiman dan mengerjakan salat dengan berjamaah.

Kami bertemu atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Alloh dan kami berpisah pun karena Alloh.

Beberapa sahabat sekaligus guru yang kukenal, wajah-wajah yang memancarkan cahaya ilmu dan ketakwaan menghiasi mereka. Tak semuanya kuketahui sebelumnya namun seolah-olah kami sudah lama saling mengenal dengan menyapa dan tersenyum indah. Kembali aku teringat sebuah hadits Rosululloh Shalallohu alaihi wa salam tentang senyuman. Semoga Alloh menjadikan saudara-saudaraku tersebut tetap istiqomah dan ilmunya dapat bermanfaat bagi umat dengan terus mendakwahkannya. Semoga Alloh menaikkan derajat mereka dan menempatkan mereka di tempat yang mulia. Aamiin.

2. Nikmatnya solat berjamaah bersama Imam
Seorang Muslim yang baik tentu sangat berharap dan menginginkan dirinya dapat melaksanakan solat di Masjid Nabawi. Tidak saja sekedar karena hafalan dari sang imam akan tetapi bagaimana mereka melantunkan ayat-ayat Alloh dengan indah dari makhorijul hurufnya, dari lisannya yang begitu fasih dan tak jarang mereka menangis karena apa yang dibacakannya. Boleh jadi karena tingkat keimanan dan ketakwaannya yang tinggi sekalipun yang dilantunkan datar akan tetapi pengaruh bacaanya dapat menghujam ke dalam dada.

3. Mendengarkan suara adzan dikumandangkan
Pernahkah kita merasakan kerinduan suara adzan sebagaimana para sahabat merindukan adzan dari kekasih Nabi, Bilal ibn Rabah?. Suara yang dikumandangkan begitu menggetarkan dan terus terngiang-ngiang di telinga dan ini menjadi salah satu sebab kelak aku dan siapapun yang pernah mendengarkan suara indah itu akan merindukannya untuk kembali.

4. Mendengarkan tausiyah dari seorang Syaikh
Ada keinginan untuk hadir di salah satu majelis yang ada di Masjid Nabawi salah satunya adalah Syaikh Anis Tohir. Sayangnya beliau tidak ada jadwal di hari dimana saya singgah di masjid Nabawi. Beliau adalah seorang ulama yang cukup dikenal di Madinah dan yang menarik lagi adalah beliau aslinya adalah orang Indonesia. Masya Alloh. Semoga kelak dari para thulab yang ada di Universitas Islam Madinah akan muncul ulama-ulama robbani yang baru. Aamiin.

5. Akhlak Penduduk Madinah
Poin terakhir ini merupakan salah poin yang paling berkesan bagi diriku. Ya, akhlak mereka yang begitu indah, kesantunan dan sifat melayani dan berlomba-lomba dalam sedekah ini aku merasakannya sendiri. Suatu ketika aku berjalan kaki pulang dari melaksanakan solat lima karena haus akupun mencoba mengambil air zamzam. Tiba-tiba seorang Bapak datang terburu-buru dan mengambil antrianku. Aku sedikit terkejut namun aku biarkan. Ternyata bapak itu mengambil air dan memberikannya kepadaku. Hal ini terjadi beberapa kali. Bahkan ada orang yang dengan sabar memasukkan air tersebut ke dalam botol yang aku bawa sendiri. Ketika aku ingin membantunya dia menolak dengan tersenyum. Sungguh luar biasa akhlak mereka.

Inilah beberapa hal yang cukup berkesan bagi diriku disamping ada beberapa hal lain yang tidak bisa aku ceritakan.

Sungguh indah kotamu ya Rosululloh. Semoga kelak aku bisa berjumpa lagi..

tumblr_inline_nl3b9kgKP11rram8g

  • sambil menunggu waktu subuh

Andrey Ferriyan
Madinah, 6 Maret 2015