"Hasanat" berarti kebaikan yang banyak. Diskusi ini akan menjelaskan secara ringkas hasanat yang bagaimana yang diharapkan.

Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan salah satu guru saya. Seperti biasa saya terkadang menanyakan sebuah permasalahan dan hasil dari diskusi itu biasanya akan panjang dan kemana-mana. Ada hal yang menarik untuk dibahas sebenarnya yakni ketika saya bertanya apakah yang dimaksud dengan kebaikan dunia ketika kita berdoa:

اللَّهُمَّ آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Allohumma aatina fiddunya khasanah wa fil aakhiroti khasanah waqina adzabannar"
Artinya: "Ya Allah, karuniakan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka)"

Hadits ini semakna dengan ayat Quran yang menggunakan kata "robbana aatina…".

رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (Surah Al-Baqarah:201)

Titik inti pertanyaannya adalah pada makna kebaikan dunia. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebaikan dunia disini. Kita selalu terpaku bahwa yang namanya kebaikan itu adalah hal-hal yang bersifat positif dan lahiriah dari sudut pandang manusia.

Sebagai contoh sudut pandang positif yang bersifat lahiriah adalah pertama, sebagai laki-laki pasti secara normal akan memilih wanita yang cantik menurut dia sebagai sesuatu yang bersifat baik. Maka dia akan memilih pendamping hidup adalah wanita yang cantik, sholihah, kaya, dan kalau perlu berasal dari garis keturunan yang mulia. Hal yang sama dengan wanita, pasti berharap menikahi seorang laki-laki yang sholih, kaya, terpandang dan lain sebagainya.

Contoh kedua, yang namanya kebaikan itu adalah sehat wal afiat baik jasmani dan ruhani. Tinggi badan ideal, kalau laki mungkin six pack or whatever it is yang membuat kita adalah lelaki yang sempurna. Hal yang sama dengan wanita.

Sampai disini mestinya kita paham ya arahnya kemana. Semua adalah kebaikan positif lahiriah yang merupakan hal yang wajar. Sekarang jika kita coba berpikir, jika kebaikan itu adalah hanya bersifat lahiriah saja maka tentu kebalikannya mereka yang tidak cantik atau tidak ganteng itu tidak baik. Mereka yang miskin dan bukan dari garis keturunan yang mulia itu tidak baik.

Maka dari hasil diskusi kami, beliau Al-Mukarom menjelaskan, maka salah satu bentuk kebaikan pula tatkala seseorang itu miskin harta akan tetapi dia adalah orang yang dikaruniai kejujuran dengan tidak mengeluh dan tidak berburuk sangka kepada Sang Pemberi Rezeki. Kemudian juga kebaikan yang lain adalah mereka yang sakit baik itu dalam sakit yang ringan atau berat akan tetapi tetap bersabar dengan sakitnya, dan tetap berbaik sangka kepada Alloh.

Akhirnya kebaikan itu adalah untuk semuanya dan tidak untuk sebagian kecil. Karena rahmat Alloh itu sangat luas tak berbatas. Dan menjadi keharusan bagi seorang muslim untuk selalu berprasangka baik kepada Alloh karena hasanat itu untuk semua.

Shonandai, 25 July 2019
Andrey Ferriyan